Selasa, 20 Agustus 2013

Uji coba: Pisang goreng cokelat

Saturday, 13 April 2013

Hai sob, ketemu lagi nih sama ane. Sudah lama yah nggak ketemu. Terakhir ane nulis sekitar maret awal ya? Nah ini sudah bulan April. Hampir pertengahan lagi, nggak nyangka yah.
April ceria!!! Kenapa ceria? Ya terserah ane dong mau bilang april ceria kek april bahagia kek atau april bencana...ups salah, yang terakhir enggak! Bukan apa-apa sih Cuma kalau di bulan april itu karena bulan kelahiran ane. Ane lahir di bulan itu tepatnya tanggal 19 tahun ’93 senin pon jam setengah 8 malam, katanya bokap-nyokap (wiiiih padahal manggilnya nyak-babe eh bukan, bapak-ibuk!). Tapi ini bukan tentang kelahiran ane kok yang mau ane tulis hari ini.
Ya. Ini tentang pisang ane. Jelasnya, pisang goreng (yeee...prok-prok-prok-prok-prok...terimakasih-terimakasih...biasa aja kali). Berawal dari rasa ingin tahu ane and rasa penasaran ane untuk buat Pisang Goreng Cokelat. Ide ini di-ilhami oleh sebuah resto di bilangan madiun pusat yang menyediakan deesert ‘Pisang Goreng Cokelat’. Sebenernya sih bukan itu nama menunya, berhubung namanya ribet bin heboh dan berhubung ane juga lupa sama nama makanannya, yah ane sebut aja Pisang Goreng Cokelat.
1 porsi piring besar harganya tau nggak berapa? S e m b i l a n b e l a s r i b u r u p i a h! Gilaaa. Mahal bangeeet. Ane ngomong piring besar bukan berarti isi porsinya juga besar loh ya. Tapi kebalikannya. Dikit banget kalau menurut porsi ane. Mana pisangnya nggak kelihatan lagi alias kebanyakan tepung. Mungkin kalau dihitung per batang pisangnya Cuma 2 buah ukuran sedang kali ya. Yah namanya juga bisnis, mana ada sih yang mau rugi. Tapi itu semua cukup terbayarkan kok mana kala rasanya yang lezzzaat uwennnaak mantap pol lah pokoknya. Pisangnya manis, lembut, ada krimnya dengan cokelatnya yang melimpah ditambah lagi garnis ceri diatasnya membuat selera makan bertambah 5 kali lipat. Waw, amazing! Maklum baru pertama kali nyoba.
Nah mulai dari ane makan suapan pertama, itu lah saat dimana ide ane muncul ke permukaan: “aha! (dunia sekitar ane jadi lebih terang soalnya muncul lampu bohlam dekat kepala ane) kenapa nggak ane bikin sendiri saja”. Sejak saat itulah hari berganti hari minggu ke minggu sampai masuk ke bulan april awal ide tersebut tak kunjung terealisasikan (lampu bohlam yang tadinya nyala terang dekat kepala ane kini semakin redup, redup dan ‘cterr’ pecah). Tau kenapa? Soalnya banyak job yang numpuk. Maklum ane kan orang sibuk (Huuwwelk...sorrrr, ember mana ember).
Akan tetapi, hari ini, tepat hari ini 13 april 2013 pukul 08.35 WIB ane buat Pisang Goreng Cokelat. Ane mundurin sedikit 20 menit sebelumnya ane beli bahan-bahannya: 1 bungkus messes cokelat, 2 bungkus blue band sachet (per bungkus rp 5.00), fanili 5 bungkus daaan...sudah itu doang kok. Kalau pisang sama terigunya mah sudah terpampang nyata di rumah.
Nah sekarang saatnya kita tempur. Serbuuuuu.... eits maksudnya mari kita cerita ke prosesnya. Pertama, ane kukus 3 buah pisang biar nantinya pas digoreng nggak cepet gosong, katanya sih. Kedua, buat adonan: tepung terigu secukupnya, garam-gula secukupnya, fanili, tambah air secukupnya terus aduk deh hingga benar-benar menjadi adonan, jangan lupa cicipi terlebih dahulu. Ketiga, kupas pisang, potong tipis-tipia atau sesuai selera kemudian masukkan ke adonan tadi atau bahasa jawanya ‘laru’. Keempat, panaskan minyak goreng. Setelah panas, goreng pisang yang sudah dilumuri tadi dengan api kecil. Kelima, setelah pisang berwarna cokelat keemasan, angkat lalu tiriskan lalu taruh di piring cantik. Dan yeee.....PRODUK BERHASIL (prok-prok-prok-prok-prok). Pisang gorengnya matang dengan sempurna +enak.
Setelah dirasa semua pisang sudah digoreng, saatnya membuat saus cokelat. Pertama cairkan blueband secukupnya dengan api kecil. Kedua, setelah meleleh campurkan messes kedalamnya sampai meleleh. Tambah gula bila kurang manis, lihat ane juga boleh kalau pengen manisnya nambah (cihuy). Jika sudah diamkan satu menit untuk kemudian siramkan ke pisang goreng.
Ane coba siramkan dan hasilnya......hhuuuuuu.....PRODUK GAGAL. Hiks, hiks cokelatnya nggak kayak di Resto saat itu. Yang ini cokelatnya kasar, nggak terlalu mencair warnanya kurang pekat pokoknya GAGAL deh. Kalau soal rasa jangan ditanya lagi, ‘ane bilang gagal ya gagal’. Ane makan saja agak enek, bukan masalah rasa cokelatnya tapi gara-gara tangan ane tuh yang buat yang ngebikin rasa cokelatnya jadi kayak gitu. Ini semua karena ketidaktahuan ane tentang resepnya. Ya ane sih Cuma kira-kira praduga doang. Seharusnya kan cokelatnya nggak messes kayak gitu. Tapi cokelat yang benar-benar cokelat khusus buat saus. Namanya juga uji coba pasti ya ada gagalnya lah, masih inget kan kisahnya mendiang mbah T. Alfa Edison sang penemu lampu bohlam yang berkali-kali gagal sampai akhirnya berhasil? Ya gak papalah, toh masih gagal sekali (menghibur diri).
Padahal nih ya, bayangan ane tadinya bakalan seneng jingkrak-jingkrak bisa bikin Pisang Goreng Cokelat dengan tangan ane sendiri, rasanya lezzzaat uwennnaak mantap pol lah pokoknya. Tapi nyatanya? Ya sudah lah mau bagaimana lagi pisang dah terlanjur digoreng cokelat dah terlanjur meleleh. Dinikmatin saja lah. Toh kalau gagal bisa coba lagi, bener nggak tuh kasih jempol dong! lagian pisang-pisang buatan sendiri masa nggak mau sih. Rugi budget dong. untung saja yang pisang gorengnya enak.
Nih posisi ane lagi makan pisang yang ane ceritain tadi sambil ngetik. Lumayan buat camilan. Ente mau? Yah tapi sudah habis. Telat sih. Umm ngetik apa lagi ya? Topiknya sudah habis nih sama kayak pisangnya. Kalau gitu ane pamit undur diri dulu ya. Tenaaang masih ada episode yang lain-lain lagi kok dengan cerita yang tak kalah seru tak kalah heboh dan tak kalah tanding, hloh! Lain waktu kita akan bertemu lagi, Insya Allah. Bye...^^
NB: Sebenernya acara uji coba Pisang Goreng Cokelat yang ane lakukan tadi kalau dipikir-pikir dan diurut dari kronologi awalnya yang meng-ilhami itu adalah teman ane yang lagi pesen menu ‘Pisang Goreng Cokelat’. Intinya, ane Cuma numpang nyicip alias dikasih doang, enggak beli sendiri. Makan juga sedikit. Untung teman ane berbaik hati mau memberi. Coba saja kalau enggak dikasih masa ane minta-minta sambil ngesot? Pengemis dong! dan coba aja kalau benar-benar nggak dikasih kemudian misalkan ane juga nggak minta, pasti nggak akan ada cerita ane buat Pisang Goreng Cokelat nggak akan ada juga tulisan tentang uji coba ‘pisang goreng cokelat’ ini. Nggak mungkin ada juga foto-foto dibawah ini.



ups! ada kesalahan.

Tidak ada komentar: