Saturday, 13 April 2013
Hai
sob, ketemu lagi nih sama ane. Sudah lama yah nggak ketemu. Terakhir ane nulis
sekitar maret awal ya? Nah ini sudah bulan April. Hampir pertengahan lagi,
nggak nyangka yah.
April
ceria!!! Kenapa ceria? Ya terserah ane dong mau bilang april ceria kek april
bahagia kek atau april bencana...ups salah, yang terakhir enggak! Bukan apa-apa
sih Cuma kalau di bulan april itu karena bulan kelahiran ane. Ane lahir di
bulan itu tepatnya tanggal 19 tahun ’93 senin pon jam setengah 8 malam, katanya
bokap-nyokap (wiiiih padahal manggilnya nyak-babe eh bukan, bapak-ibuk!). Tapi ini
bukan tentang kelahiran ane kok yang mau ane tulis hari ini.
Ya.
Ini tentang pisang ane. Jelasnya, pisang goreng (yeee...prok-prok-prok-prok-prok...terimakasih-terimakasih...biasa
aja kali). Berawal dari rasa ingin tahu ane and rasa penasaran ane untuk buat
Pisang Goreng Cokelat. Ide ini di-ilhami oleh sebuah resto di bilangan madiun pusat
yang menyediakan deesert ‘Pisang Goreng Cokelat’. Sebenernya sih bukan itu nama
menunya, berhubung namanya ribet bin heboh dan berhubung ane juga lupa sama
nama makanannya, yah ane sebut aja Pisang Goreng Cokelat.
1
porsi piring besar harganya tau nggak berapa? S e m b i l a n b e l a s r i b u
r u p i a h! Gilaaa. Mahal bangeeet. Ane ngomong piring besar bukan berarti isi
porsinya juga besar loh ya. Tapi kebalikannya. Dikit banget kalau menurut porsi
ane. Mana pisangnya nggak kelihatan lagi alias kebanyakan tepung. Mungkin kalau
dihitung per batang pisangnya Cuma 2 buah ukuran sedang kali ya. Yah namanya
juga bisnis, mana ada sih yang mau rugi. Tapi itu semua cukup terbayarkan kok
mana kala rasanya yang lezzzaat uwennnaak mantap pol lah pokoknya. Pisangnya
manis, lembut, ada krimnya dengan cokelatnya yang melimpah ditambah lagi garnis
ceri diatasnya membuat selera makan bertambah 5 kali lipat. Waw, amazing!
Maklum baru pertama kali nyoba.
Nah
mulai dari ane makan suapan pertama, itu lah saat dimana ide ane muncul ke
permukaan: “aha! (dunia sekitar ane jadi lebih terang soalnya muncul lampu
bohlam dekat kepala ane) kenapa nggak ane bikin sendiri saja”. Sejak saat
itulah hari berganti hari minggu ke minggu sampai masuk ke bulan april awal ide
tersebut tak kunjung terealisasikan (lampu bohlam yang tadinya nyala terang
dekat kepala ane kini semakin redup, redup dan ‘cterr’ pecah). Tau kenapa?
Soalnya banyak job yang numpuk. Maklum ane kan orang sibuk (Huuwwelk...sorrrr,
ember mana ember).
Akan
tetapi, hari ini, tepat hari ini 13 april 2013 pukul 08.35 WIB ane buat Pisang
Goreng Cokelat. Ane mundurin sedikit 20 menit sebelumnya ane beli
bahan-bahannya: 1 bungkus messes cokelat, 2 bungkus blue band sachet (per
bungkus rp 5.00), fanili 5 bungkus daaan...sudah itu doang kok. Kalau pisang
sama terigunya mah sudah terpampang nyata di rumah.
Nah
sekarang saatnya kita tempur. Serbuuuuu.... eits maksudnya mari kita cerita ke
prosesnya. Pertama, ane kukus 3 buah pisang biar nantinya pas digoreng nggak
cepet gosong, katanya sih. Kedua, buat adonan: tepung terigu secukupnya,
garam-gula secukupnya, fanili, tambah air secukupnya terus aduk deh hingga
benar-benar menjadi adonan, jangan lupa cicipi terlebih dahulu. Ketiga, kupas
pisang, potong tipis-tipia atau sesuai selera kemudian masukkan ke adonan tadi
atau bahasa jawanya ‘laru’. Keempat, panaskan minyak goreng. Setelah panas,
goreng pisang yang sudah dilumuri tadi dengan api kecil. Kelima, setelah pisang
berwarna cokelat keemasan, angkat lalu tiriskan lalu taruh di piring cantik.
Dan yeee.....PRODUK BERHASIL (prok-prok-prok-prok-prok). Pisang gorengnya
matang dengan sempurna +enak.
Setelah
dirasa semua pisang sudah digoreng, saatnya membuat saus cokelat. Pertama
cairkan blueband secukupnya dengan api kecil. Kedua, setelah meleleh campurkan
messes kedalamnya sampai meleleh. Tambah gula bila kurang manis, lihat ane juga
boleh kalau pengen manisnya nambah (cihuy). Jika sudah diamkan satu menit untuk
kemudian siramkan ke pisang goreng.
Ane
coba siramkan dan hasilnya......hhuuuuuu.....PRODUK GAGAL. Hiks, hiks
cokelatnya nggak kayak di Resto saat itu. Yang ini cokelatnya kasar, nggak
terlalu mencair warnanya kurang pekat pokoknya GAGAL deh. Kalau soal rasa
jangan ditanya lagi, ‘ane bilang gagal ya gagal’. Ane makan saja agak enek,
bukan masalah rasa cokelatnya tapi gara-gara tangan ane tuh yang buat yang
ngebikin rasa cokelatnya jadi kayak gitu. Ini semua karena ketidaktahuan ane
tentang resepnya. Ya ane sih Cuma kira-kira praduga doang. Seharusnya kan
cokelatnya nggak messes kayak gitu. Tapi cokelat yang benar-benar cokelat
khusus buat saus. Namanya juga uji coba pasti ya ada gagalnya lah, masih inget
kan kisahnya mendiang mbah T. Alfa Edison sang penemu lampu bohlam yang
berkali-kali gagal sampai akhirnya berhasil? Ya gak papalah, toh masih gagal
sekali (menghibur diri).
Padahal
nih ya, bayangan ane tadinya bakalan seneng jingkrak-jingkrak bisa bikin Pisang
Goreng Cokelat dengan tangan ane sendiri, rasanya lezzzaat uwennnaak mantap pol
lah pokoknya. Tapi nyatanya? Ya sudah lah mau bagaimana lagi pisang dah
terlanjur digoreng cokelat dah terlanjur meleleh. Dinikmatin saja lah. Toh kalau
gagal bisa coba lagi, bener nggak tuh kasih jempol dong! lagian pisang-pisang
buatan sendiri masa nggak mau sih. Rugi budget dong. untung saja yang pisang
gorengnya enak.
Nih
posisi ane lagi makan pisang yang ane ceritain tadi sambil ngetik. Lumayan buat
camilan. Ente mau? Yah tapi sudah habis. Telat sih. Umm ngetik apa lagi ya?
Topiknya sudah habis nih sama kayak pisangnya. Kalau gitu ane pamit undur diri
dulu ya. Tenaaang masih ada episode yang lain-lain lagi kok dengan cerita yang
tak kalah seru tak kalah heboh dan tak kalah tanding, hloh! Lain waktu kita
akan bertemu lagi, Insya Allah. Bye...^^
NB: Sebenernya
acara uji coba Pisang Goreng Cokelat yang ane lakukan tadi kalau dipikir-pikir
dan diurut dari kronologi awalnya yang meng-ilhami itu adalah teman ane yang
lagi pesen menu ‘Pisang Goreng Cokelat’. Intinya, ane Cuma numpang nyicip alias
dikasih doang, enggak beli sendiri. Makan juga sedikit. Untung teman ane
berbaik hati mau memberi. Coba saja kalau enggak dikasih masa ane minta-minta
sambil ngesot? Pengemis dong! dan coba aja kalau benar-benar nggak dikasih
kemudian misalkan ane juga nggak minta, pasti nggak akan ada cerita ane buat
Pisang Goreng Cokelat nggak akan ada juga tulisan tentang uji coba ‘pisang
goreng cokelat’ ini. Nggak mungkin ada juga foto-foto dibawah ini.
ups! ada kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar