Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Kawan
bagaimanakah kabar kalian? Bagaimanakah tentang impian-impian kalian? Apakah
kalian masih menyisihkan sedikit tempat di hati dan pikiran kalian, tentang
saya? Jujur, saya sering mengingat kalian bahkan sangat merindukan.
Oya ada
lagi. Masih ingatkah kalian dengan sebutan ini “koclok forever”? terdengar aneh
memang, tapi setiap kali ingat akan hal itu seolah tak bisa tertahankan bibir
ini untuk tersenyum. Entah, siapa dulu yang pertamakali mencetuskan sebutan
seperti itu.
Atau
mungkin, kalian masih ingat saat kita memutuskan untuk pergi ke tempat Book
fair di pondok Gontor putra 1? Entahlah saat itu niat kita benar-benar ingin
membeli buku atau sekedar melihat orang-orang pondok :D. Tak banyak yang kalian
tahu, saat sebelum kita kesana, jauh hari sebelumnya saya mati-matian(hanya
kiasan) menyisihkan setiap uang saku agar saya bisa pergi bersama kalian dan
akhirnya bisa membeli 2 buah buku dambaan(sampai sekarang masih saya simpan
rapi).
Oya saya
sampaikan juga kabar baik dari sini (Alhamdulillah), saya pun berharap demikian
tentang keadaan kalian. Jika diingat-ingat ternyata lama sudah kita tak bersua,
tak sebanding saat kita bersama, itupun dulu. Ternyata ruang dan waktu yang
telah memisahkan kita. Semenjak kita sama-sama mengejar impin kita di ruang
yang berbeda. Meskipun begitu tidak berarti persahabatan kita (salahkah bila
aku mengatakan demikian?) hanya sesaat kita bertemu bukan? Saya tersadar bahwa
selama terputus kontak dari kalian saya merasa telah kehilangan kalian (apakah
kalian juga sama?)
Seiringnya
coretan ini aku ingin minta maaf pada kalian lantaran sebelumnya pernah
terlintas keegoisan diri ini enggan untuk mengirimkan sebuah pesan singkat
sekedar menanyakan kabar ataupun ucapan kepada kalian.
Berhari-hari
sudah tulisan ini tersimpan tak berkutik dalam laptop. Sebenarnya sudah lama tulisan
ini ingin aku sampaikan. Oleh sebab terbentur suatu hal maka terurunglah niatku
untuk menyampaikannya. Kini aku merasa lega akhirnya hari ini juga aku dapat
menyampaikannya. Meski kalian tak membacanya sekarang juga, tak apalah, itu
bukan masalah.
Terimakasih
kawan, berkat kalian hidupku dulu menjadi berwarna, terimakasih juga karena
kalian bersedia menjadi bagian dari rangkaian cerita hidupku. Aku banyak
belajar dari kalian, awal bersama dengan kalian aku jadi lebih dalam mengenal agama. Ya, tentang
islam, hingga kesadaranku sebagai seorang muslim terkuak nyata, akan
kewajiban-kewajibanku, dan masih banyak lagi. Aku pun masih mengingatnya, bahwa
kita selalu bersemangat dalam hal membicarakan syariat islam juga tentang
akhirat. Inilah alasan mengapa aku sangat bersyukur pernah bertemu kalian.
Dengan
adanya tulisan ini aku tak sampai berharap banyak untuk kita bisa bertemu
berkumpul bersama (barangkali Allah berkehendak mempertemukan kita, akupun
sangat bersyukur. Walaupun nantinya kita dipertemukan aku khawatir kalau kita
saling canggung untuk sekedar berbicara |
semoga tidak yaJ), namun
setidaknya persahabatan kita tak cukup sampai kita berpisah. Jangan sampai tali
yang sudah kita buat simpul indah itu lepas begitu saja. Jangan lupakan bahwa
kita pernah menjadi satu bersama. Semoga Allah SWT tetap menjaga niatan baik
dari kita.
Mungkin
cukup sampai disini segala curahan yang ingin aku sampaikan, walaupun
sebenarnya masih banyak hal berkelebatan dalam pikiran ini yang hendak aku
sampaikan. Aku khawatir jika coretan ini terlalu panjang maka kalian akan bosan
membacanya J. Sampai
jumpa lagi—di waktu yang entah kapan kita akan bersua.
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb.
Salam
sapa dan rinduku
FDP